Senin, 13 Juni 2016

Honda meraja, dilema masa lalu akankah terulang?

hai mas brads sekalian, blog ini kembali mengupas dunia permotoran, dimana sempat vakum lama sekali.. maklum brads, hampir kehilangan semangat menulis dimana kebanyakan dunia blog motor hanya diisi oleh review produk baru terus.. sedih juga dimana di waktu membuka internet, blog yang tiap hari dilihat cuma membahas produk baru, spisut calon produk baru, dan itu pun diulang terus di beberapa blog..
penulis mau mengajak brads untuk melihat beberapa tahun kebelakang dimana pas jamannya 2 tak merajalela, honda menelurkan produk 4 tak untuk menyaingi kejayaan rx king, hampir beberapa tahun, bahkan dekade, produk yang diluncurkan hanya tiger, yang ganti baju terus..
tiger ganti baju..
sebelumnya memang sudah ada beberapa portofolio produk, mulai dari cb100, cb125, gl series. keputusan honda memang tepat dimana 2 tak memang dikenal boros, dan emisi gas buangnya mengganggu, sehingga saat itu honda tiger memang dirasa paling pas, untuk melawan para penantang 2 taknya. irit bensin, tarikan maknyus, perawatan mudah, sparepart fast moving melimpah, meskipun yang slow moving harganya nggilani..
jaman berubah dikala yamaha mengeluarkan produk refreshment dari matic mereka, yamaha mio.
regards to otomercon.com
penampilan menarik, ringan, ringkas, segmentasi yang tepat, menjadikan yamaha mio menjadi primadona saat itu. 
yamaha sudah mulai terlena saat sekian tahun menjadi raja penjualan segment matic, disaat itulah honda datang dengan beat dan varionya.. setelah sekian perubahan yang berarti, akhirnya honda berhasil menjadi raja penjualan matic. hal ini didukung dengan besarnya produksi motor yang di capai honda serta besarnya distribusi produk ke dealer (seperti kita ketahui, dealer honda hampir 2 kali lipat banyaknya dibanding yamaha), sehingga penjualan yamaha hanyalah sekian persen dari honda saja. tetapi kalau kita melihat portofolio produk honda, saat tahun 2000 tiger meraja lela, 2008 ganti rupa dengan tiger revo, sampai diskontinyu d tahun 2013, perubahannya hanya minor sama major change doank.. vixion pun begitu, di tahun 2005 ditelurkan ke jagad indonesia, 2012 major change, sampai 2016 keok di tangan cb150 yang udah all new dalam waktu setahun dua tahun doank. 
pertanyaan besarnya adalah sekarang, apabila pabrikan sudah menikmati cash cow dari suatu produk, akankah mereka mau mengeluarkan effort besar untuk sekedar refreshment produk mereka?
pertanyaan kedua, akankah ada giant killer lagi?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar